Perspektif Pemangku Kepentingan

1

Meningkatnya populasi dan persebaran Industri Logam Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika.

1

Unit industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika besar sedang yang tumbuh

2

Nilai investasi di sektor industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika

2

Meningkatnya daya saing dan produktivitas sektor industri

1

Kontribusi ekspor produk industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika terhadap ekpor nasional

2

Produktifitas dan kemampuan sdm industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika

Perspektif Proses Bisnis Internal

1

Tersedianya kebijakan pembangunan industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika yang efektif

1

Peraturan perundangan yang diselesaikan

2

Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI)

3

Regulasi teknis pemberlakuan SNI, ST, dan/atau PTC secara wajib

2

Terselenggaranya urusan pemerintahan di bidang Perindustrian yang berdaya saing dan berkelanjutan

1

Produk industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika yang tersertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)

2

Infrastruktur kompetensi yang terbentuk

Perspektif Pembelajaran Organisasi

1

Terwujudnya ASN Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika yang kompeten, profesional dan berkepribadian

1

Prestasi kerja pegawai Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Nilai rata-rata prestasi kerja seluruh pegawai Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika yang dinilai dari SKP)

2

Produktivitas kinerja minimum pegawai Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Jumlah jam produktifitas rata-rata pegawai Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika per tahun)

2

Terwujudnya birokrasi yang efektif, efisien, dan berorientasi pada layanan prima

1

Tingkat kematangan SPIP Satuan Kerja Mencapai Tingkat 3 (Merupakan hasil evaluasi tingkat kematangan penerapan SPIP)

3

Tersusunnya Perencanaan Program, pengelolaan keuangan serta pengendalian yang berkualitas dan akuntabel (Terkelolanya anggaran pembangunan secara efisien dan akuntabel)

1

Akuntabilitas Laporan Keuangan dan BMN (Kualitas laporan keuangan dan BMN yang dinilai oleh Biro Keuangan)

2

Status Pengelolaan BMN Ditjen ILMATE (Jumlah Penetapan Pengelolaan BMN Ditjen ILMATE)

3

Anggaran Ditjen ILMATE yang diblokir (Proporsi anggaran Ditjen ILMATE yang masuk dalam catatan halaman IV DIPA)

4

Kesesuaian rencana Program dan kegiatan prioritas dengan dokumen perencanaan (Presentase realisasi jumlah output dengan output Dokumen Trilateral Meeting)

4

Terwujudnya transparansi dan akuntabilitas Laporan Kinerja

1

Nilai SAKIP Ditjen ILMATE