IoT Makers Creation 2019 Dorong Talenta Lokal di Bidang IoT

JAKARTA - Asosiasi Internet of Things Indonesia (ASIOTI) mengumumkan pemenang program IoT Makers Creation . . .

Selengkapnya
Implementasi Making Indonesia 4.0 Sebanding dengan Kebijakan di Eropa

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong agar sektor manufaktur di Tanah Air berkontribusi besar terhadap . . .

Selengkapnya
Industri Farmasi dan Alat Kesehatan Masuk Program Making Indonesia 4.0

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen mengakselerasi penerapan industri 4.0 di sektor manufaktur. Melalui p . . .

Selengkapnya
Penerapan Industri 4.0 Gairahkan Sektor Manufaktur Hadapi Era New Norma

Implementasi industri 4.0 dinilai sebagai strategi tepat untuk membangkitkan aktivitas sektor manufaktur di dalam negeri . . .

Selengkapnya
Industri 4.0 Sektor Ilmate

Revolusi industri generasi keempat, yang secara luas dikenal dengan istilah industry 4.0 adalah sebuah revolusi industri yang di tandai dengan meningkatnya konektivitas, interaksi dan semakin konvergensinya batas antara manusia, mesin dan sumber daya lainnya melalui teknologi informasi dan komunikasi. Revolusi tersebut merupakan sebuah lompatan besar di sektor industri dimana teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan sepenuhnya tidak hanya dalam proses produksi, melainkan juga di seluruh rantai nilai guna mencapai efisiensi yang setinggi – tingginya sehingga melahirkan model bisnis yang baru dan berbasis digital. 

Industry 4.0 sangat terkait dengan penyediaan infrastruktur dan teknologi informasi komunikasi seperti internet of things, Big data, cloud computing, artificial intellegence, mobility, virtual dan augmented reality, sistem sensor dan otomasi, dan virtual branding. 

Revolusi industry 4.0 tak hanya memiliki potensi luar biasa dalam mendorong perubahan kebijakan industri pengolahan, bahkan juga mampu mengubah berbagai aspek dalam kehidupan peradaban manusia. Industry 4.0 merupakan salah satu agenda nasional dalam rangka merevolusi strategi industri dan meningkatkan daya saing industri Indonesia dalam pasar global. Oleh karena itu pada tanggal 4 april 2018 Presiden Jokowi meluncurkan Roadmap Industri 4.0 dengan nama Making Indonesia 4.0. Roadmap ini memiliki aspirasi besar yang hendak kita capai dengan aplikasi Industry 4.0 di Indonesia yaitu “To become a global top 10 economy in 2030 by regaining net export advantage, driving share of GDP from manufacturing, and competing in productivity, as a result from advancement in technology and innovation”.

 

Pendekatan pick the winner dalam hal menetapkan target bertujuan untuk dapat memberikan contoh yang nantinya akan dapat diikuti oleh sektor-sektor lain yang secara tidak langsung akan membawa kita ke sektor-sektor yang perlu kita prioritaskan dalam berkontribusi terhadap aspirasi yang dimaksud. 

Sektor sektor yang akan menjadi ‘tulang punggung’ untuk mencapai aspirasi yang besar tersebut adalah sektor sektor yang daya ungkitnya terhadap capaian aspirasi cukup besar. Maka beberapa sektor sektor yang kiranya dapat memberikan dampak yang besar dalam melaksanakan Industry 4.0. telah dipilih menjadi lima sektor yang merupakan sektor prioritas yaitu 1) Makanan dan Minuman - 2) Tekstil - 3) Otomotif -4) Elektronik dan - 5) Kimia-Biokimia. Dalam Roadmap implementasi Industry 4.0 telah dipersiapkan berbagai inisiatif strategis untuk masing masing sektor prioritas.

Lebih lanjut di Direktorat Jenderal ILMATE yang menjadi sektor andalan dalam roadmap Making Indonesia 4.0 adalah sektor otomotif dan elektronika. Penerapan industri 4.0 untuk sektor otomotif Indonesia adalah untuk efisiensi produksi dimana dari bagian Research and Development (RnD) sampai ke bagian produksi kendaraan sudah menggunakan sistem komputer dan internet. Menteri Perindustrian menargetkan pada tahun 2030 Indonesia dapat menjadi basis produksi kendaraan bermotor International Combustion Engine (ICE) maupun Electrified Vehicle (EV) untuk pasar domestik dan luar negeri. 

Pada sektor elektronika Kementerian Perindustrian mendorong pengembangan Internet of Things (IoT) untuk memperkuat struktur teknologi digital dalam upaya menuju implementasi revolusi industri 4.0. Perkembangan industri elektronika masih prospektif karena terlibat dalam rantai pasok komponen untuk sektor lainnya seperti industri otomotif. Industri elektronika juga berperan penting mengoptimalkan penyerapan bahan baku lokal sehingga upaya ini dinilai dapat mendorong penguatan nilai rupiah. 

Implementasi industri 4.0 diharapkan akan mendorong peningkatan investasi oleh perusahaan terutama yang terkait dengan penggunaan teknologi pendukung seperti Internet of Things (IoT), langkah ini diyakini mampu memacu produktivitas dan kualitas di sektor manufaktur. Ada 4 hal penting dalam implementasi industri 4.0. pertama, pemanfaatan teknologi. Kedua, investasi diperlukan untuk mendukung ketersediaan teknologi. Ketiga, Pendidikan yang ditransformasi untuk memberikan training bagi SDM industri dan yang terakhir adalah inovasi yang merupakan kunci industri 4.0. Dalam pelaksanaannya, pemerintah akan bekerjasa dengan perusahaan untuk meningkatkan kesiapan dan kemampuan mengenai penerapan industri 4.0 dan menyiapkan pelatihan keterampilan kerja masa depan dan meningkatkan sumber daya manuasia.

Berita
Varian Info
Video